Showing posts with label Ilmu Sosial Dasar. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Sosial Dasar. Show all posts

Wednesday, November 3, 2010

Gaya Hidup Remaja Masa Kini

Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral orang tersebut dalam masyarakat disekitarnya. Atau juga, gaya hidup adalah suatu seni yang dibudayakan oleh setiap orang. Gaya hidup juga sangat berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan teknologi. Dalam arti lain, gaya hidup dapat memberikan pengaruh positif atau negatif bagi yang menjalankannya.

Apalagi para remaja yang berada dalam kota Metropolitan. Mereka cenderung bergaya hidup dengan mengikuti mode masa kini. Tentu saja, mode yang mereka tiru adalah mode dari orang barat. Salah satu contoh gaya hidup para remaja yang mengikuti mode orang barat dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah " Berpakaian ". Karena, sebagian remaja Indonesia khususnya, dalam berpakaian selalu mengkuti mode yang berlaku. Bahkan yang lebih menyedihkan, di stasiun-stasiun tv banyak ditampilkan contoh gaya hidup dalam berpakaian para remaja yang mengikuti mode orang barat. Otomatis bukan hanya remaja Metropolitan saja yang mengikuti mode tersebut, tetapi juga orang-orang yang berada dalam perkampungan atau pedalaman. Sebagian besar remaja Indonesia belum dapat memfilter budaya tersebut dengan baik. Jadi, pengaruh negatiflah yang timbul dari dalam diri remaja itu sendiri.

Namun, sebagian remaja Indonesia kemudian meniru atau mengikuti mode orang barat tanpa memfilternya secara baik dan tepat. Dan mungkin itu akan berakibat buruk bagi generasi penerus kita nanti. Contoh berikutnya, gaya hidup sebagian remaja yang mengikuti budaya orang barat adalah mengkonsumsi minum - minuman keras, narkoba, dan barang haram sejenis lainnya.

Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengkonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Padahal jika kita teliti, minum - minuman keras dan narkoba dapat merusak kesehatan dan mental orang yang mengkonsumsinya. Minum - minuman keras dan narkoba adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh gaya hidup orang barat yang sangat berbahaya dan sangat berpengaruh bagi maju mundurnya suatu bangsa. Dan yang lebih anehnya, budaya tersebut telah diikuti oleh sebagian remaja Indonesia.

Untuk itu, di zaman yang serba modern ini orang tua yang mempunyai anak remaja harus memantau pergaulan, teman-teman, dan gaya hidup yang mereka terapkan. Dan untuk para remaja harus berhati -hati dalam menerima budaya dari luar dan harus bisa memfilter budaya dari luar secara baik dan tepat.

Stop Memberi Uang Kepada Pengemis Cilik !!!

Anak jalanan yang menjadi pengemis, pengamen, pengasong, dan lain sebagainya sangat mudah dijumpai di kota besar seperti Jakarta. Begitu banyak faktor yang menjadikan mereka sebagai pekerja jalanan yang keras dan beresiko, seperti membantu ekonomi keluarga, menjadi korban penculikan, dipaksa bekerja orang lain, dan lain sebagainya.

Seharusnya yang mereka lakukan adalah belajar dan bermain seperti layaknya anak-anak seumur mereka tanpa harus mencari uang untuk dapat tetap bertahan hidup. Masa depan Bangsa dan Negara Indonesia terletak di tangan generasi penerus. Kualitas SDM yang rendah sangat berpengaruh pada kondisi negara kita tercinta ini baik saat ini maupun di masa yang akan datang.

Salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak kecil yang bekerja sebagai pengamen cilik, pedagang asongan, pengemis, dan lain sebagainya di jalanan adalah dengan tidak memberi mereka uang serta memberi tahu orang lain untuk tidak memberi juga walaupun merasa sangat kasihan.

Apabila tidak ada satu orang pun yang memberi mereka uang, maka anak-anak jalanan tersebut tidak akan ada. Alangkah lebih baik jika uang tersebut kita kumpulkan untuk membantu biaya pendidikan mereka daripada kita memberikan uang kepada mereka untuk biaya foya-foya preman yang mempekerjapaksa anak di bawah umur, biaya hidup orangtua yang memaksa anaknya bekerja di jalan sedangkan mereka hanya melihat dari jauh, dan lain sebagainya. Jika mereka terbiasa mendapat uang mudah dari bekerja di jalan, maka mereka setelah besar atau dewasa kelak akan tetap menjadi pekerja jalanan.

Pro-Kontra Pornoaksi

Masalah porno aksi merupakan salah satu pemicu masalah sosial. Hal ini bisa kita lihat , bahwa dari dulu, meskipun orang menyukai aktivitas seks (karena naluri biologis),namun hal itu terjadi di muka umumdan semua itu akan mendatangkan cacian, hinaan, dan berbagai sanksi psikologis, bahkan ada yang sampai dibakar atau dipukuli.

Untuk di Indonesia, pelanggaran porno aksi masih menjadi bahan perdebatan, karena hingga kini aturan masalah tersebut tidak kunjung mendapat kepastian hokum. Tetapi bisa kita lihat meskipun sanksi dari norma hukum belum nampak jelas, namun sanksi dari berbagai norma telah menyalahkan aktivitas tersebut seperti norma kesopanan, norma adat, dan norma agama, sanksi itu akan terlihat lebih tegas. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa porno aksi merupakan sesuatu yang tidak diharapkan, baik oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun masyarakat.

Terkait dengan adanya pagelaran dangdut, porno aksi erat kaitannya dengan masalah ekonomi. Sebenarnya yang menjadi permasalahan intinya, menurut saya yaitu ketidakadaannya pola berpikir masyarakat dengan perilakunya yang dimana mereka berada dalam pola berpikir sebagai pedoman mereka bertindak.

Untuk porno aksi sendiri hanyalah berada lingkup privat seseorang dengan pasangannya dan tabuh untuk diumbar ke setiap orang, tetapi ada juga yang melakukannya demi alasan ekonomi. Sebagai contoh pagelaran dangdut. Meskipun pagelaran dangdut tanpa porno aksi, sebenarnya tujuannya adalah memberikan hiburan, yang setiap orang memerlukan dan mencari hiburan, tinggal bagaimana merancang hiburan yang atraktif namun dengan tidak mengeksploitasi hal-hal yang terkait dengan seks. Justru dengan adanya porno aksi dalam panggung hiburan, menunjukkan ketidak kreatifan penyelenggara hiburan itu sendiri. Buktinya, rumah-rumah pelacuran atau warung remang-remang, meskipun tidak mengatasnamakan hiburan, mereka tetap laris manis.

Jakarta dan Masalah-masalahnya

Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan banyak sekali suku dan kebiasaan. Tentunya, tidak semuanya sempurna. Banyak masalah yang terjadi di Indonesia. Mulai masalah ekonomi, masalah politik, sampai masalah sosial. Masalah yang lebih sering terjadi di kehidupan sehari-hari adalah masalah sosial. Banyak sekali masalah sosial yang terjadi di Indonesia, terutama di Jakarta.

Jakarta, adalah kota yang merupakan ibukota Indonesia. Gedung-gedung tinggi, mobil-mobil, sampai kesesakan di jalan sangat sering ditemui di Jakarta. Biarpun begitu, kota ini merupakan sumber mimpi masyarakat di Indonesia. Hampir semua orang dari daerah menginginkan untuk datang ke Jakarta dan mempunyai status ekonomi yang lebih baik. Mereka semua datang ke Jakarta tanpa bekal yang cukup. Padahal, Jakarta tidak menjanjikan kemajuan ekonomi bagi yang mendatanginya. Tetapi, tetap saja semua orang datang ke Jakarta dan rela bekerja menjadi apa saja. Tukang sapu, pemulung, pengemis, sampai PSK, semua dikerjakan hanya agar tetap hidup di Jakarta.
Sebetulnya tidak terlalu masalah dengan hal-hal tersebut, tetapi, mereka sudah terlalu banyak. Jumlah mereka yang terlalu banyak inilah yang membuat banyak masalah di Jakarta. Terlalu banyak pengemis di jalan-jalan ibukota. Terlalu banyak orang-orang yang mempunyai rumah di bantaran kali. Dan juga terlalu banyak orang yang menjadi copet, waria, sampai pelacur.

Pengemis-pengemis yang berada di perempatan jalan selalu ada di Jakarta. Anak-anak yang membawa alat musik di tangannya, ibu-ibu yang membawa bayi dan mangkuk plastik serta bermuka memelas, juga bapak-bapak yang mempunyai luka menjijikkan di kakinya, semuanya adalah pengemis. Para pengemis yang mengharap belas kasihan orang yang menaiki mobil. Banyak orang yang memberi mereka uang, tetapi banyak juga yang tidak. Alasannya, mulai dari "tidak ada uang receh", sampai jijik melihat si pengemis yang mempunyai luka menganga yang dikerubungi lalat-lalat besar.

Padahal, belum tentu luka itu adalah luka sungguhan. Di televisi, banyak acara-acara yang memperlihatkan bahwa luka para pengemis itu palsu. Alasan mereka berbuat seperti itu hanya demi uang. Dan yang ada di pikiran mereka dengan luka palsu yang mereka buat itu makin banyak orang yang kasihan melihat mereka dan memberikan mereka uang.

Hal yang paling di risaukan kebanyakan masyarakat Jakarta yaitu pencopetan dan penodongan. Terlalu banyak pencopetan dan penodongan yang terjadi . Dan lagi-lagi alasan mereka melakukan ini semua hanya demi uang. Rata-rata para pendatang yang baru datang ke Jakarta dan tidak dapat pekerjaan, jalan lain yang mereka lakukan untuk mendapatkan uang yaitu mencopet,menodong, dan merampok. Bahkan polisi pun kewalahan dalam menghadapi masalah ini.

Ada lagi masalah waria dan PSK yang banyak di Jakarta. Mereka tidak membuat keributan dan ketakutan di masyarakat. Jalan-jalan protokol pada malam hari dipenuhi oleh orang-orang ini. Pekerjaan yang “haram” dilakukan ini sangat banyak. Razia yang sudah berkali-kali dilakukan oleh polisi tetap saja tidak membuat mereka jera. Karena kebutuhan ekonomi yang mereka butuhkan memaksa mereka melakukan pekerjaan ini.

Masalah-masalah yang tersebut di atas hanya sekedar contoh kecil dari masalah sosial yang ada di Jakarta. Hal-hal ini sangat merisaukan masyarakat, biarpun ada juga yang menyukainya. Sebaiknya polisi lebih memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang ada. Dan juga, kita sebagai masyarakat yang baik, tidak mengikuti jejak-jejak mereka.

Monday, November 1, 2010

Kemiskinan

Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial . Masalah sosial timbul akibat perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai yang ada dalam kehidupan masyarakat. Sebagai contoh yang tidak asing lagi yang beredar luas di kehidupan masyarakat Indonesia yaitu Kemiskinan.

Kemiskinan menjadi masalah dalam masyarakat yang umum, tetapi kesadaran untuk memeranginya untuk mewujudkan pemerataan di masyarakat sukar berkembang yang ada hanyalah membanding-bandingkan antara yang kaya dengan yang miskin.

Kemiskinan selalu dikait-kaitkan dengan ketiadaan materi seseorang. Padahal kemiskinan pada prinsipnya juga dapat digambarkan dalam sebuah kondisi dimana seseorang tidak memiliki sesuatu. Contohnya bila seseorang yang tidak memiliki ilmu atau bodoh maka dia juga dapat disebut miskin .

Kondisi ketiadaan ini biasanya saling mempengaruhi satu sama lain . Di misalkan terdapat sebuah keluarga miskin. Karena kemiskinannya, mereka tidak dapat bekerja dengan pendapatan yang layak. Sehingga anak-anaknya tentu saja tidak sekolah, dan kalaupun sekolah, maka di tempat yang kurang bermutu. Gizi untuk menambah daya ingat dan membuat sehat anak-anaknya pun tidak diperoleh. Setelah besar, anaknya melamar pekerjaan disana-sini untuk membantu orang tuanya yang semakin tua dan lemah. Karena berhubung tidak memiliki ijazah dari sekolah yang bonafit maka dia sulit diterima di tempat yang menawarkan gaji tinggi. Dan kalaupun mau buka usaha, modalnya tidak ada.
Akhirnya kondisi miskin lagi yang hanya bisa mereka peroleh.

Contoh kasus merupakan contoh kemiskinan yang tidak akan ada habisnya . Maka dari itu, kondisi ini harus secepatnya di putus. Program-program pemerintah dalam hal pemberantasan kemiskinan, kebodohan maupun kesehatan harus kita dukung. Karena semua itu akan berjalan jika kita semua berperan aktif dalam terlaksananya program tersebut.

Sunday, October 31, 2010

Ilmu Sosial Dasar

BAB 1
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR


1. Sekilas tentang Ilmu-ilmu Sosial, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-ilmu Sosial Dasar
a. Ilmu-ilmu Sosial
Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah philosophia (filsafat). Dari filsafat itu kemudian lahir 3 cabang pengetahuan yaitu :
- Natural Science (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi : fisika,kimia astronomi, biologi,botani, dll
- Social Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari :sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah,psikologi, geografi, dll
- Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : bahasa, agama, kesenian, dll

b. Ilmu Pengetahuan Sosial
Paham studi sosial berkembang dan berpengaruh terhadap kurikulum pada sekolah-skolah di Amerika Serikat dari tahun 1940 sampai sekarang . Ilmu pengetahuan sosial adalah ilmu-ilmu sosial yang di sederhanakan untuk

c. Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

2. Latar Belakang Ilmu Sosial Dasar
Latar belakangnya diberikan Ilmu Sosial Dasar dimulai dari banyaknya kritik-kritik yang ditujukan pada system pendidikan di Perguruan Tinggi oleh sejumlah cendikiawan terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. System pendidikan yang tengah berlangsung saat ini di anjurkan untuk menghasilkan tenaga ahli yang terampil dan memiliki 3 jenis kemapuan yaitu kemampuan personal, kemampuan akademik dan kemampuan professional.
Kemampuan personal adalah kemampuan pribadi. Para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan (Pancasila), serta memiliki pandangan luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Kemampuan Akademik adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis, kritis dan sistematis dan analitis, mempunyai kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasikan dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternative pemecahannya.
Kemampuan Profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan dan diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.

3. Ilmu Sosial Dasar sebagai komponen MKDU
Secara spesifik program Mata Kuliah Dasar Umum bertujuan menghasilkan warga Negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :
a. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
b. Memiliki wawasan Sejarah Perjuangan Bangsa sehingga dapat memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta Tanah Air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, mempertinggi kebanggaan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
c. Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadiann yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan Nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
d. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun tentang lingkungan alamiah serta secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.
e. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, pertahanan keamanan maupun kebudayaan.

4. Ruang Lingup Pembahasan
Ruang lingkup pembahasan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yaitu :
a. Adanya berbagi aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial, sehingga biasanya suatu masalah sosial bisa ditanggapi dengan pendekata yang berbeda-beda oleh bidang-bidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda, sebagai pendekatan tersendiri maupun gabungan (antar bidang).
b. Adanya beraneka ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tetapi juga adanya amat banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubungan-hubungan setiakawan dan kerjasama dalam masyarakat itu.

5. Masalah-masalah Sosial dan Ilmu Sosial Dasar
Pengertian masalah sosial ada dua, yaitu :
a. Menurut umum atau warga masyarakat bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial
b. Menurut para ahli, masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauaan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.

BAB 2
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

1. Masalah Penduduk Dunia
Pada prinsipnya pertambahan penduduk dunia yang meningkat sedemikian cepat merupakan suatu ancaman bagi kehidupan umat manusia itu sendiri, walaupun percepatan pertambahan penduduk di setiap Negara di dunia satu sama lain berbeda-beda. Sedemikian bertambah anak manusia, sedemikian pula bertambahnya fasilitas hidup, termasuk di antaranya lahan utuk pemukiman dan pertanian. Dengan begitu, semakin padatlah penduduk di planet bumi, seiring dengan itu, semakin sempit pulalah lahan buat pemukiman dan pertanian. Selain lahan, mereka juga akan membutuhkan berbagai sumber alam lainnya, untuk menunjang kehidupannya.
Semakin banyak sumber-sumber alam yang di konsumsikan oleh umat manusia, semakin cepat terkuras pula cadangan sumber-sumber alam di perut bumi.
Pada sisi lain, apabila secara terus menerus umat manusia mengkonsumsi sumber-sumber alam, semakin berkembang dan semakin pekatlah unsure-unsur polutan di darat, di perairan bahkan di udara.
Pertumbuhan penduduk dunia secara eksponensial tidak saja akan menguras potensi lahan dan sumber alam, diluar itu masih menambah beban berjuta, bahkan bermilyar ton zat-zat polutan terhadap system ekologi di planet bumi ini. Dengan demikian keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup di bumi semakin goyah dan terancam punah.

2. Konsep Keseimbangan Dinamis
Baik pertambahan pendudu yang meningkat dengan cepat, atau berkurangnya penduduk secara drastis dalam jangka pendek ataupun jangka panjang akan menanggung resiko yang berat bagi Negara-negara di dunia. Konsep keseimbangan dinamis berarti pertambahan populasi penduduk dapat terkontrol, terukur, di samping dapat terpenuhi berbagai kebutuhan hidup yang menyangkut kebutuhan material maupun spiritual. Kebutuhan-kebutuhan material berkaitan dengan konsumsi sumber-sumber alam yang terpaut pada kegiatan sosial ekonomi. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan yang menyangkut spiritual menyangkut tentang religi, kepercayaan dan kebudayaan.

3. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan
a. Pendidikan
Kurang lebih 50% anak-anak usia sekolah di pedesaan=pedesaan di Negara afrika, asia, amerika latin tidak dapat mengenyam kesempatan pendidikan formal, karena tekanan ekonomi dan kemiskinan yang melilit kehidupan mereka. Berkaitan dengan itu, penduduk yang sudah tidak buta huruf masih sangat terbatas jumlahnya. Misalnya di India baru 28% saja, di Pakistan antara 16-18%, di Guatemala dan Bolivia (Amerika Latin) masing-masing 38 dan 32% saja dari seluruh jumlah penduduk Negara-negara yang bersangkutan. Dengan sarana komunikasi yang masih sangat terbatas, penduduk pedesaan-pedesaan pedalaman Afrika praktis masih terisolasi dan dapat di pastikan presentase jumlah buta hurufakan lebih tinggi dari jumlah penduduk buta huruf di Negara-negara berkembang lainnya.

b. Kesehatan
UNICEF memberikan prioritas pelayanan kesehatan kepada anak-anak balita, yang terbagi dalam 4 program, yaitu mengikuti pertumbuhan anak, ASI, imunitas dan ORT. Dalam penelitian lapangan ternyata 25% anak-anak di Negara-negara berkembang menderita kurang gizi yang tidak ketahuan. Hanya 1% saja anak-anak di dunia yang jelas-jelas ketahuan menderita penyakit kekurangan gizi. Tingkat kematian akibat kurang gizi di Indonesia mencapai tingkat tertinggi, pada kelompok anak-anak umur 0-1 tahun adalah 100 orang di antara 1000 anak. Di Negara-negara lain angka kematian penderita kurang gizi di antara 1000 anak adalah sebagai berikut : Filiphina 50, Thailand 50, Srilangka 43, Malaysia 30, Singapura 11, di Swedia, Jepang dan Finlandia masing-masing 7. Program bagi anak-anak balita di harapkan dapat mengurangi angka kemaian sebanyak 50%.
Program penggunaan ASI mendapat tanggapan positif tidak saja oleh para kaum ibu di Negara-negara berkembang, tetapi juga oleh ibu-ibu di Negara maju. UNICEF mencatat, pada tahun 1973, ibu-ibu yang menyusui anaknya di Negara Skandinavia (Eropa Utara) hanya 30% saja,pada tahun 1983 melonjak menjadi 90%. Kejadian yang mirip sama terjadi di Australia, Selandia Baru, Perancis, Amerika Serikat, Spanyol, dan Jepang.
Program imunisasi, setiap tahun dapat menyelamatkan 5 juta anak dari kematian, dan 5 juta anak lainnya terbebas dari cacat tubuh yang di sebabkan oleh 6 macam penyakit yang dapat di kebalkan setiap tahun.
Program OTR dapat menekan angka kematian 2,5 juta anak, di antara 5 juta anak yang meninggal setiap tahun karena menderita diare.

4. Pengawetan Tanah dan Air
Focus usaha-usaha pengawetan tanah dan air lebih dititik beratkan kepada usaha-usaha melestarikan hutan, antara lain dengan system rotasi. Di luar kawasan hutan usaha penghijauan pekarangan, kebun jalur hijau dan taman-taman di lingkungan pada umumnya. Menjaga kelestarian lahan pertanian di kaki dan lereng pegunungan di gunakan system sabuk lingkar gunung.

5. Peningkatan produksi Pangan
Program bank dunia periode 1985-2000 diharapkan akan menaikkan produksi pertanian sebesar 5%. Kredit Investasi 1975-1977 dalam program peningkatan produksi pangan di Negara berkembang dialokasikan sebesar 7 milyar dolar, terbagi dalam 2 program yaitu proyek pembangunan pedesaan dan Pembangunan Pertanian. Dari tahun ke tahun alokasi kredit investasi Bank Dunia cenderung meningkat terus, sejajar dengan perkembangan pembangunan pedesaan dan pembangunan sector pertanian di Negara berkembang.

6. Faktor-faktor dasar Kependudukan
Yang menjadi factor dasar terhadap perkembangan jumlah penduduk denngan berbagai akibatnya adalah :
a. Kelahiran
Besar kecilnya kelahiran disebut tingkat kelahiran. Untuk menghitung tingkat kelahiran ini ada dua cara yaitu :
- Tingkat kelahiran kasar/Crude Birth Rate (CBR)
- Tingkat kelahiran khusus pada kelompok umur tertentu/Age Spesific Birth Rate (ASBR) misalnya kelompok umur penduduk : 15 – 19 tahun, 20 – 29 tahun, dan sebagainya.
Dari tingkat kelahiran penduduk dapat di golongkan menjadi :
a. Termasuk tinggi : lebih dari 30 orang/1000penduduk
b. Termasuk sedang : 20 – 30 orang/1000penduduk
c. Termasuk rendah : 20 orang/1000penduduk

b. Kematian
Besar kecilnya jumlah kematian itu disebut tingkat kematian. Untuk menghitung tingkat kematian ini ada dua cara, yaitu :
- Tingkat kematian kasar/ Crude Death Rate
Tingkat kematian inipun dapat digolongkan menjadi :
a. Tergolong tinggi : lebih dari 19 orang/1000 penduduk
b. Tergolong sedang : 14 – 18 orang/1000 penduduk
c. Tergolong rendah : 9 – 13 orang/ 1000 penduduk
- Tingkat kematian khusus/ tingkat kematian pada kelompok umur dibawah 1 tahun yang disebut Infant Mortality Rate.
Untuk IMR inipun dapat digolongkan menjadi 4 yaitu :
a. Tergolong sangat tinggi : 19orang/1000 kelahiran
b. Tergolong tinggi : 75 – 125 orang/1000 kelahiran
c. Tergolong rendah : 35 – 75 orang/1000 kelahiran
Tingkat kematian kelompok umur tertentu tersebut, di samping pada kelompok di bawah 1 tahun, juga dapat di hitung tingkat kematian pada kelompok umur tertentu yang lain misalnya : 5 – 9 tahun, 10 – 19 tahun dan sebagainya.

7. Migrasi atau perpindahan
Perpindahan atau migrasi ini ada dua macam :
a. Migrasi ke luar/ Out Migration/ Emigrasi

b. Migrasi masuk/ In Migration/ Migrasi
Untuk migrasi ini dapat di hitung Migrasi Netto (migrasi bersih), yaitu jumlah dari selisih emigrasi dengan imigrasi perjumlah penduduk kali 1000. Dari migrasi nett inilah yang mempengaruhi pertambahan penduduk. Migrasi/perpindahan ini menurut lokasi atau daerah dapat di bagi menjadi :
a. Perpindahan antar Negara disebut Emigrasi/Imigrasi, untuk bertempat tinggal tetap.
b. Perpindahan antar pulau dalam suatu Negara disebut transmigrasi (tempat tinggal tetap)
Macam-macam transmigrasi antara lain:
- Transmigrasi Umum
- Trasmigrasi spontan
- Transmigrasi sektoral
- Transmigrasi ABRI
- Transmigrasi Bedol desa,dll

c. Perpindahan dari desa ke kota di sebut urbanisasi yang hal ini sebagian besar lebih banyak menimbulkan masalah kependudukan untuk daerah kota misalnya karena kurangnya lapangan pekerjaan maka timbul pengangguran, volume kejahatan bertambah, gelandangan dan sebagainya. Sebab-sebab perpindahan yaitu antara lain karena alas an ekonomi, agama, politik,dll.

8. Perkembangan penduduk
a. Bagi Negara yang sedang berkembang
Berhubung semakin tahun semakin besar tingkat kelahiran penduduk pada khususnya maka hal tersebut akan menimbulkan berbagai problem atau masalah penduduk.hal ini terutama sangat dirasakan oleh Negara-negara yang sedang berkembang. Masalah kependudukan tersebut di antaranya yaitu :
- Rendahnya inome perkapita penduduk, karena belum semua sumber alam dapat diolah sendiri, dan belum semua penduduk mendapatkan lapangan kerja.
- Rendahnya tingkat kependidikan masyarakat, karena untuk penyelenggaraan pendidikan di perlukan biaya. Dalam hal ini pemerintah belum dapat mencukupi semua fasilitas pendidikan, baik gedung, guru-guru, alat sekolah, dll. Untuk itu masyarakat perlu berpartisipasi, padahal income perkapita masyarakat relative rendah maka tak semua orangtua dapat membiayai anak-anaknya.
- Penyebarn penduduk yang tidak merata untuk itu antar pulau yang satu dengan yang lain tak sama padatnya. Kepadatan terasa pada daerah perkotaan dan daerah yang subur. Untuk Indonesia kepadatan yang sangat terasa di Jawa dan Bali.
- Tempat tinggal penduduk yang kurang memenuhi ukuran kehidupan yang layak dan higienis.

b. Bagi Negara yang modern/maju
Masalah kependudukan yang timbul tersebut bagi berbagai golongan Negara adalah tidak sama.contohnya bagi Negara-negara yang sudah maju dengan berbagai tekhnologinya itu maka masalah kependudukan yang di timbulkan antara lain :
- Kurangnya tenaga kerja manusia
- Rendahnya tingkat kelahiran

9. Kebijaksanaan pemerintah Terhadap masalah Kependudukan
Dengan adanya berbagai masalah yang timbul dari perkembangan penduduk di atas, maka setiap pemerintah yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya akan mengambil dan melakukan berbagai kebijaksanaan dalam hal tersebut. Untuk kebijaksanaan itu antara berbagai Negara dan berbagai golongan tingkatan perkembangan Negara adalah tidak sama.
- Bagi Negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia, kebijaksanaan ini pada umumnya di sesuaikan dengan falsafah/pandangan hidup dari bangsa di Negara itu sendiri. Khususnya pada Negara-negara yang sedang berkembang melakukan kebijaksanaan dengan berbagai program, misalnya untuk Indonesia dengan melaksanakan :
a. Program Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian
b. Program industrialisasi
c. Program pendidikan kependudukan
d. Program keluarga berancana
e. Program transmigrasi
- Tiap Negara pada saat ini bekerja sama di dalam mengatasi masalah kependudukan yang pelaksanaannya menunjang kebijaksanaan kependudukan nasional.

BAB 3
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kea rah yag lebih maju dan lebih dewasa . Pertumbuhan itu antara lain dapat di tinjau dari tiga aliran yaitu :
- Asosiasi
- Psikologi Gestalt
- Sosiologi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dapat dilihat dari tiga pendirian,yaitu :
- Nativistik
- Empiristik dan Environmentalistik
- Konvergensi dan interaksionisme

Tahap pertumbuhan berdasar psikologi. Pertumbuhan individu dari saat lahir sampai dewasa melalui masa-masa :
- Vital
- Estetik
- Intelektual
- Remaja
- Usia Mahasiswa

Fungsi-fungsi keluarga yaitu :
- Sebagai tempat atau wahana pembentukkan kepribadian anak-anak dari anak keturunan keluarga tersebut.
- Berfungsi sebagai alat reproduksi keribadian-kepribadian
- Sebagai eksponen dan perantara (transmisi) kebudayaan masyarakat, sebab keluarga menempati posisi kunci
- Sebagai lembaga perkumpulan ekonomi, dan
- Sebagai pusat-pusat pengasuhan dan pendidikan anak-anak sebagai generasi penerus.

Pembagian kerja pada kelompok-kelompok masyarakat sederhana lebih dititikberatkan pada keterbatasan dan kemampuan fisik (antara wanita dan pria). Oleh karena itu pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan kekuatan fisik dilakukan oleh para laki-laki. Sebaliknya pekerjaan-pekerjaan yang lebih ringan di kerjakan oleh para wanita .

Dalam lingkungan kelompok masyarakat maju, yang terbagi menjadi masyarakat non industry dan masyarakat industry, pembagian kerja menjadi lebih kompleks, lebih rumit dan lebih khusus.
Sejalan dengan berkembangnya industry, lahirlah kelompok masyarakat pemilik modal (disebut majikan) dan kelompok kerja. Berpangkal tolak dari penggolongan kelas-kelas pekerja, dapat di bedakan menjadi pekerja kasar, pekerja kelas menengah dan pekerja kelas tinggi.

Individu diartikan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.

Pengertian keluarga ada beberapa pendapat :
- Sigmund Freud berpendapat bahwa keluarga adalah perwujudan dari adanya perkawinan antara pria dan wanita, sehingga keluarga itu merupakan perwujudan dorongan-dorongan seksual.
- Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga itu adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hirarki, eksensial enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh golongan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya

Pengertian masyarakat juga ada beberapa pendapat :
- Drs. JBAF. Mayor Polak berpendapat bahwa masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial terdiri dari kolektiva-kolektiva serta kelompok-kelompok dan sub-sub kelompok.
- Prof.M.M.Djojodiguno berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu kebulatan dari segala perkembangan hidup bersama antara manusia dengan manusia
- Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.

Individu mempunyai makna langsung apabila konteks situasional adalah keluarga atau lembaga sosial sedangkan individu dalam konteks lingkungan sosial yang lebih besar, seperti masyarakat atau nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.