Thursday, November 14, 2013

Business Partner dalam Compiere


Business Partner dalam Compiere



Business Partner adalah gabungan untuk informasi database yang terdiri dari Vendor (Pemasok), Customer (Pelanggan) Dan Employee (Karyawan)  yang hendak melakukan proses pembelian,  penjualan atau transaksi lainnya. Konsep Business Partner ini  jauh lebih fleksibel dibanding kebanyakan aplikasi, karena suatu Business Partner bisa merupakan suatu Vendor, suatu Customer, suatu Employee atau kombinasi ke tiganya. Setiap Business Partner memiliki banyak Location dan Contact Person, sehingga dalam proses penjualan dan pembelian barang dapat mengacu pada lokasi dan kontak yang berbeda-beda. Kasus yang sering terjadi adalah pembelian di Jakarta, tetapi pengiriman barang ke tempat atau wilayah lain.



Setup Business Partner

Satu Business Partner diijinkan juga mempunyai hubungan dengan Business Partner lain. Ini mengijinkan suatu Sales Order untuk dikirimkan kepada suatu Business Partner yang pertama, dan tagihan invoice kepada suatu Business Partner yang kedua Dan Pembayaran dilakukan oleh Business Partner yang ketiga.



Workflow Setup Business Partner:



Seperti digambarkan pada Workflow, langkah langkah Setup Business Partner adalah sebagai berikut:
Membuat Business Partner Group kita dapat membuat partner bisinis pada halaman kerja ini dengan menuliskan jabatannya pada nama dan penjelasanya pada description


 
Setup Greeting
Greeting disini kita dapat mensetting setiap staff atau semau anggota pada perusahaan dapat kita setting sapaan pada lembar kertas kerja ini.

Menentukan Payment Term
Untuk Sales Order dan Purchase Order
 



Menentukan Invoice Schedule
Schedule disini kita dapat menentukan apa yang harus dikerjakan pada minggu ini seperti : pengiriman barang, peringatan jatuh tempo kepada kita pada pelanggan yang belum melunasi hutangnya. Invoice schedule untuk membuat invoice pada pelanggan tergantung pesanan pelanggan apakah dia membayar seminggu sekali atau sebulan sekali.




Menentukan Withholding
Withholding disini berarti menahan barang karena pelanggan belum bisa melunasi pembayaranya dapat kita masukan disini.




Menentukan Dunning

Kita dapat menentukan jika pelanggan belu melunasi disini dapat kita setting bahwa pelanggan itu belum di waktu yang telah habis dan dapat kita setting berapa kuranganya untuk mengingatkan pelanggan.


Menentukan Revenue Recognition
Disini kita dapat melihat pendapatan kita selama setahun berapa. Dan dapat kita setting sebagai target pendapatan setahun serta pendapatan yang telah di dapat.




Import Business Partner

Lembar kerja ini digunakan untuk mengambil data dari tempat lain.





Membuat / Update Business Partner

di lembar kerja ini dapat kita edit data – data yang ada pada bisnis partner




Manajemen Data Telematika

Manajemen data telematika adalah arsitektur yang mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau komponen yang membentuk suatu sistem yang ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi sedangkan manajemen telematika yaitu arsitektur client-server, arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan

Kegiatan manajemen data mencakup :
• Pengumpulan Data
• Integritas dan Pengujian
• Penyimpanan
• Pemeliharaan
• Keamanan
• Organisasi
• Pengambilan

Didalam manajemen data telematika ini, di bagi menjadi 3,kategori yaitu :
  1. Manajemen data sisi klien
  2. Manajemen data sisi server
  3. Manajemen data base sistem perangkat bergerak
Manajemen data sisi klien 
Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

Keuntungan Client Server
  • Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi
  • Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client
  • Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja
  • Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit
  • Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Kelemahan Client Server
  • Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload
  • Pada client-server, ada kemungkinan server fail

Manajemen Data sisi Server (Server-side data management)  

Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.
MODBMS (Moving Object DBMS)
MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial. Memindahkan objek dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan bergerak daerah. Memindahkan objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam ruang. Mereka bisa mobil, truk, pesawat terbang, kapal atau ponsel pengguna. Pindah daerah objek bergerak dengan rupa seperti badai, hutan file, tumpahan minyak, wabah penyakit, dan sebagainya. Pindah daerah berubah posisi dan geometri objek dengan waktu sambil bergerak poin hanya berubah posisi benda.

Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak 

Sebuah sistem manajemen basis data relasional atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai relational database management system (RDBMS) adalah sebuah program komputer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang didisain untuk mengatur/memanajemen sebuah basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas permintaan penggunanya. Contoh penggunaan DBMS ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Meskipun pada awalnya DBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehinggal dapat dimiliki dan diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan. Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu “statis”. Spekulasipun bermunculan terhadap kemungkinan untuk membuat sebuah sistem basisdata generasi baru yang menggunakan model “relasional secara dinamis” dengan kolom yang bisa dibuat secara dinamis, ukuran yang berkembang secara dinamis, didefinisikan secara dinamis. Setiap baris dapat diimplementasikan sebagai map (kamus ataupun larik asosiatif) dan kolom-kolom yang tidak dikenal secara sederhana disajikan sebagai field kosong. Beberapa kalangan menganggap hal ini menyalahi model relasioal murni, namun kalangan lain menyanggah bahwa sebuah penggunaan map hanyalah sebagai detil implementasi saja. Sehingga dalam pandangan ini, sebuah “kolom yang tidak ditemukan/tidak ada” secara sederhana hanyalah dipandang sebagai perihal interpretasi dan dianggap sebagai pilihan cara penyajian saja.   

Referensi  :